Inovatif : Raport Keluarga Disabilitas

Wirogunan (29/8/2019)  Perhatian dan intervensi atas warga yang berkebutuhan khusus/disabilitas tidak hanya menjadi tanggungjawab keluarga, namun kita ikut berkontribusi dan mengambil bagian membantu penyandang disabilitas. 
           Salah satu upaya awal dalam kontribusi dan membantu penyandang disabilitas adalah dengan mengetahui kondisi keluarga dan penyandang disabilitas. Kelurahan Wirogunan, LPMK dan IPSM Kel. Wirogunan hari ini Kamis (29/8/2019) melaksanakan Kegiatan Intervensi Disabilitas dengan agenda Pengisian Buku Rapor Keluarga Disabilitas. 
Kegiatan dilaksanakan di Pendopo Wiroguno, Kel. Wirogunan, yang dihadiri Penyandang Disabilitas/Keluarga Disabilitas dan pendamping dari IPSM. Buku Rapor Keluarga Disabilitas dimaksudkan untuk mengetahui kondisi riil penyandang disabilitas dan keluarganya, yang terdiri dari identitas disabilitas dan keluarganya, pendapatan, rumah tinggal, kesehatan, ketrampilan, alat bantu, jenis bantuan yang telah diterima dan jenis pelatihan yang dibutuhkan penyandang disabilitas dan hal-hal lain yang berhubungan dengan kondisi penyandang disabilitas dan keluarganya. Buku Rapor Keluarga Disabilitas sebagai salah satu upaya Kel. Wirogunan, LPMK dan IPSM dalam merencanakan program dan bentuk intervensi berikutnya. Program Intervensi akan sesuai dan berhasil baik, bila mempunya basis data valid atas kondisi penyandang disabilitas. Lurah Kelurahan Wirogunan, Anastasia Erwina Siwi Utami mengatakan bahwa upaya ini, sebagai langkah awal untuk mengetahui, memahami dan sebagai dasar dalam intervensi bagi penyandang disabilitas dalam waktu mendatang. "Selama ini, kita belum memiliki data lengkap Disabilitas dan mengalami kesulitan dalam intervensi", ujar ibu satu anak ini. 

             Disamping itu, dalam kegiatan tersebut juga menghadirkan Aji Mustafa dari Bantul, yang juga penyandang disabilitas untuk memberikan motivasi kepada penyandang disabilitas dan keluarganya. Saat ini Aji Mustafa tergolong sukses dalam bisnis katering dan produksi aneka tas, baik pria maupun wanita, walau penyandang disabilitas. Berbagi pengalaman atas perjalanan hidup seorang Aji Mustafa diperlukan untuk memotivasi dan menambah wawasan bagi penyandang disabilitas maupun keluarganya. Ayah tiga anak dari Purbalingga ini menjelaskan bahwa sebagai penyandang disabilitas bukanlah orang yang terpinggirkan, tidak berarti, menggantungkan pada orang lain dan bukan pula kita yang meminta. Bersyukur dan melakukan tindakan sebagai bentuk syukur adalah salah satu cara move-on agar bermakna dalam hidup. "Punya mimpi jauh ke depan, perlu ada dalam diri penyandang disabilitas, karena pada dasarnya setiap diri punya kelebihan. Keluarga yang memiliki anggota keluarga penyandang disabilitas, adalah orang pilihan dan pasti mampu menjalankan hidup bersama penyandang disabilitas. "Kondisi penyandang disabilitas adalah kondisi terbaik dan insyaaAllah memiliki kelebihan, maka perlu berprasangka baik kepada Tuhan dan memanfaatkan kesempatan tersebut*, ujar pria yang saat ini tinggal bersama keluarganya di Bantul. 
InsyaaAllah, ikhtiar ini sebagai langkah Bergerak, Berbuat dan Bermanfaat bagi Masyarakat. 
Memanfaatkan Hidup untuk Hidup Bermanfaat #AbdulRazaq #SemarakWirogunan#BerbuatBagiorang lain. #IntervensiDisabikitas